Teknologi

ITS TEMUKAN PENGGANTI MINYAK TANAH DARI SINGKONG

11-Dec-2008 22:10:00

Temuan energi alternatif terus berdatangan. Kali ini satu temuan lagi datang dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, berupa bahan etahnol untuk bahan bakar penganti minyak tanah.

Ethanol selama ini dikenal sebagai bahan dasar alkohol dan parfum. Namun, temuan ITS Surabaya justru etahnol diambil dari bahan alami yang ada di sekitar masyarakat, yakni singkong gondrowu.

Bahkan, tingkat efisiensi ethanol dibandingkan dengan minyak tanah cukup jauh. Satu liter ethanol setara dengan sembilan liter minyak tanah.

Karena mengunakan bahan ethanol, kompor yang dipergunakan adalah kompor khusus yang diperuntukan bahan etahnol. Pihak ITS juga telah menciptakan kompor tersebut bekerja sama dengan perusahaan pembuatan kompor di Probolinggo, Jawa Timur.

Peneliti ethanol dari Fakultas MIP ITS Sri Nurhatika mengatakan, untuk membuat energi alternatif ini mudah. Bahkan, bisa dilakukan oleh masyarakat awam. Yang penting bahannya memiliki kandungan karbohidrat, seperti singkong.

Bahan baku yang diuji coba ITS adalah singkong gondrowu, jenis singkong berukuran raksasa yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat karena rasanya pahit dan beracun.

Namun, dibalik itu semua teryata singkong ini mengandung nilai yang luar biasa untuk bahan bakar. Bila tidak ada singkong bisa juga dengan bahan lain yang memiliki kandungan karbohidrat.
Ika mencontohkan, ethanol ini di Bekasi dapat dibuat dari limbah kulit kacang koro, sedangkan di daerah Kediri menggunakan limbah tahu. "Kami juga sedang mengincar Probolinggo karena di sana banyak sekali tetes tebu," ujarnya.

Proses pembuatannya juga sederhana. Ketela atau bahan-bahan lain tersebut dihaluskan, lalu direbus. Kemudian ditambahkan enzim amylase dan diberi ragi. "Untuks ementara ini, ragi tape biasa pun bisa digunakan. Tapi kami sedang mengkaji lebih lanjut ragi khusus untuk ethanol ini," lanjutnya.

Larutan ini didiamkan selama tiga sampai empat hari agar proses fermentasi berjalan. Setelah itu, ethanol akan dihasilkan. "Tapi kadar ethanol ini masih 90%. Sementara untuk kompor kami membutuhkan kadar ethanol sebesar 95%," kata Ika.

Untuk menaikkan kadar ethanol, katanya, perlu ditambahkan batu kapur. Ini perlu dilakukan sebab ethanol dengan kadar di bawah 95% masih mengandung Pb (timbal). Sedangkan ethanol untuk bahan bakar kompor harus bebas dari Pb. "Pb-nya bisa meledak, makaya harus bersih dari Pb," lanjutnya.

Sementara itu, kompor yang digunakan untuk bahan bakar itu dirancang khusus. Pembuatannya dilakukan bekerja sama dengan Koperasi Manunggal Sejahtera.

Keunggulan bahan bakar ethanol selain lebih ekonomis juga terbukti tanpa jelaga. Namun, pemanasan ethanol diakui Ika lebih lama jika dibandingkan dengan minyak tanah.

"Untuk memasak mi, kompor minyak tanah membutuhkan waktu 10 menit. Sedangkan kompor ethanol dua hingga tiga menit lebih lama," ujarnya. (FL/OL-01)


 Reply Comment
 
  PT Radya Pustaka ( 08-May-2009 07:41:13 )

Kami penerbit buku nasional PT Radya Pustaka mencari orang2 yang bisa membuat mensintesis alkohol/ethanol dari singkong atau ketela untuk kami terbitkan bukunya, jika berminat dan mampu anda dapat kirim naskah mentah ke andre_kit@yahoo.co.id
Royalti dan sistem komisi dibicarakan setelah naskah diseleksi dan layak terbit

 
Your name
Website http://
Comment
   
Image verification code
Retype image code here